<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743</id><updated>2012-02-17T01:18:28.243+07:00</updated><category term='Bangkit'/><category term='Lebaran'/><category term='Adat'/><category term='Ketika Cinta Itu Berakhir'/><category term='Kata Hati'/><category term='Kisah'/><category term='Teladan'/><category term='IT'/><title type='text'>"Arjuna Blog"</title><subtitle type='html'>Tiada hari tanpa memikirkanmu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-4190899186629705311</id><published>2008-09-24T16:03:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T16:05:22.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Cinta Itu Berakhir'/><title type='text'>Rahasia Cinta dan Bis Kota</title><content type='html'>Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebuah bis datang, dan terkadang kita bilang, "Wah.. terlalu penuh,&lt;br /&gt;sumpek,&lt;br /&gt; bakalan enggak bisa duduk nyaman neh! aku tunggu bis berikutnya aja&lt;br /&gt;deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Kemudian, bis berikutnya datang. Kita melihatnya dan berkata, "Aduh&lt;br /&gt; bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia&lt;br /&gt; tidak melihatmu dan lewat begitu saja.....duhh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bis keempat berhenti di depan kita... Bis itu kosong, cukup bagus, tapi&lt;br /&gt; terkadang kita bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu&lt;br /&gt;membiarkan&lt;br /&gt; bis keempat itu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu terus berlalu, kita mulai sadar bahwa kita bisa terlambat pergi&lt;br /&gt;kekantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung&lt;br /&gt;melompat masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah beberapa lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki bis.&lt;br /&gt; Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah&lt;br /&gt;menyiakan waktumu sekian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang&lt;br /&gt;benar-benar "ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang&lt;br /&gt;yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan&lt;br /&gt;pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada&lt;br /&gt;salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.&lt;br /&gt; Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.... tapi kita masih&lt;br /&gt;bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung&lt;br /&gt; pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,&lt;br /&gt; dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kita menemukan bis yang kosong,&lt;br /&gt;kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,&lt;br /&gt;kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu,&lt;br /&gt;agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt; Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga&lt;br /&gt;dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lalu bis seperti apa yang kita tunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.rileks.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-4190899186629705311?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/4190899186629705311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=4190899186629705311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4190899186629705311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4190899186629705311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/rahasia-cinta-dan-bis-kota.html' title='Rahasia Cinta dan Bis Kota'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-2745926329710282829</id><published>2008-09-24T15:51:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T15:52:28.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran'/><title type='text'>Mudik Lebaran Penuh Berkah</title><content type='html'>Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, sebentar lagi bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan ini akan segera berakhir, dan akan segera datang hari raya yang dinanti-nanti kaum muslimin yaitu ‘Idul Fithri. Banyak di antara kaum muslimin yang hidup di perantauan kembali ke kampungnya untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarganya. Lantas hal-hal apa sajakah yang harus kita siapkan agar mudik kita berbarokah? Simaklah tips-tips ketika melakukan perjalanan jauh berikut ini dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Sebelum Mudik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hendak mudik atau melakukan perjalanan jauh bukan hanya mempersiapkan barang-barang dan bekal untuk perjalanan. Persiapan lain yang hendaknya dilakukan di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Melakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Bertaubat kepada Allah dari berbagai kemaksiatan karena kita tidak mengetahui apa yang terjadi ketika di perjalanan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Menyelesaikan berbagai persengketaan seperti utang-piutang, nafkah yag wajib, dan wasiat kepada ahli waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Mencari teman perjalanan karena dapat menimbulkan bahaya jika berjalan sendiri (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Mencari teman perjalanan yang sholeh yang dapat menjaga agama dan menegurnya jika berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Dianjurkan untuk melakukan perjalanan jauh pada hari kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Bukhari &amp; Abu Daud), juga pada pagi hari karena Allah memberkahi umat ini di waktu paginya (HR. Abu Daud &amp; Tirmidzi, Hasan), dan boleh juga pada awal malam karena pada waktu itu bumi dilipat artinya didekatkan jaraknya (HR. Abu Daud &amp; Hakim, shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Berpamitan dengan orang yang ditinggalkan sambil berdo’a kepada mereka: “Astawdi’ullaha diinaka, wa amanataka, wa khowatiima ‘amalika (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)” (HR. Ahmad &amp; Tirmidzi, shohih) (Lihat Adab Harian Muslim Teladan, 61-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dalam Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya ketika dalam perjalanan membaca do’a sebagaiman do’a yang diajarkan oleh suri tauladan kita sebagai berikut: “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamunqolibuun. Allahumma inni nas’aluka fi safarina hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsa’is safar wa kaabatil manzhori wa su’il munqolabi fil maali wal ahli.” (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Mahasuci Allah yang menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada keluarga dan harta), dan ketika kembali dari perjalanan jauh ucapkanlah do’a: Ayibuna taa’ibuna ‘abiduna lirobbina hamidun (Kami kembali, kami selamat, bertaubat, tetap beribadah dan tetap memuji Rabb kami) (HR. Muslim). (Lihat Hisnul Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa dalam perjalanan ketika melewati jalan mendaki untuk membaca ‘Allahu Akbar’ dan ketika ketika melewati jalan menurun membaca ‘Subhanallah’. Juga jangan lupa untuk banyak berdo’a ketika safar karena di antara tiga do’a yang pasti dikabulkan adalah do’a seorang musafir. Maka perbanyaklah do’a ketika itu karena sesungguhnya Allah selalu mendengar do’a seorang hamba dan Allah Maha Mengabulkan do’a. (Lihat Adab Harian Muslim Teladan, 69-72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Keringanan Ketika Safar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa keringanan yang boleh dilakukan musafir ketika bepergian jauh yang dianggap oleh masyarakat (secara ‘urf) sebagai perjalanan jauh tanpa melihat jarak yang ditempuh. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Apabila seorang musafir tidak mengalami kesulitan ketika melakukan perjalanan jauh maka lebih baik baginya untuk berpuasa. Namun jika mendapatkan kesulitan, maka lebih baik tidak berpuasa. (Lihat Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah, 198)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Mengqoshor shalat yaitu meringkas shalat yang berjumlah empat raka’at (Dzuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua raka’at dan ini hukumnya wajib karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, dan Utsman selalu mengqoshor shalat ketika safar hingga mereka wafat. (Lihat Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah, 143-144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Mengerjakan shalat sunnah di atas kendaraan dengan menghadap ke arah yang dituju oleh kendaraan (HR. Abu Daud &amp; Ibnu Hibban, hasan). Sedangkan shalat fardhu hendaknya dikerjakan dengan turun dari kendaraan (HR. Bukhari &amp; Ahmad) dan jika tidak mampu untuk turun, “Maka bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At Taghabun [64] : 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Menjama’ shalat jika tidak mampu mengerjakan shalat di setiap waktunya. Jadi, menjama’ shalat bukanlah keharusan ketika safar. Ketika seseorang itu mampu mengerjakan shalat di tiap waktunya maka tidak perlu ada jama’ ketika safar. (Lihat Minhajul Muslim, 190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala senantiasa meneguhkan kita dalam keimanan dan memberkahi serta memudahkan safar kita. Amin Ya Mujiibas Saa’iliin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun: Bagus P. Setiawan &amp; Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-2745926329710282829?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/2745926329710282829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=2745926329710282829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/2745926329710282829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/2745926329710282829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/mudik-lebaran-penuh-berkah.html' title='Mudik Lebaran Penuh Berkah'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-3970354525795827868</id><published>2008-09-24T14:15:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T14:17:58.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Cinta Itu Berakhir'/><title type='text'>Cerita Unik Tentang Asal-Usul Kata Cinta</title><content type='html'>Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.&lt;br /&gt;Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!, teriak CINTA Aduh! Maaf, CINTA!, kata kekayaan Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini. Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. Kegembiraan! Tolong aku!, teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lewatlah kecantikan Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!, teriak CINTA Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini, sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!, kata CINTA. Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja.., kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara CINTA! Mari cepat naik ke perahuku! CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. Yang tadi adalah WAKTU, kata penduduk itu Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong tanya CINTA.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-3970354525795827868?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/3970354525795827868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=3970354525795827868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3970354525795827868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3970354525795827868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/cerita-unik-tentang-asal-usul-kata.html' title='Cerita Unik Tentang Asal-Usul Kata Cinta'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-8986334354882240403</id><published>2008-09-24T13:22:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T13:23:27.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Mulia Dengan Membela Sunnah</title><content type='html'>Pernahkah kita membayangkan akan datangnya suatu masa dimana Islam mulai terpinggirkan, Al-Qur’an dan As-Sunnah mulai ditinggalkan? Ketika kita membuka mata dan melihat ke sekeliling kita, mungkin kita akan menyadari bahwa masa itu telah terbentang di hadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba’)” (Diriwayatkan oleh Muslim 2/175-176 -An-Nawawiy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita tengok sejenak dan perhatikan berapa banyak orang yang menjadikan syari’at ini sebagai bahan perdebatan ataupun bahan olok-olokan? Contoh yang sederhana, masih ada saja di antara umat Islam yang mengolok-olok orang yang melakukan ta’adud (poligami). Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan jelas telah memperbolehkan masalah ini, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An-Nisa: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain, di berbagai tempat seperti di kampus, masih banyak orang yang menertawakan muslimah yang mengenakan cadar atau berjilbab besar dengan mengatainya sebagai “ninja” atau “kelelawar”. Terkadang seorang muslim yang komit dengan agamanya pun tak luput dari bahan tertawaan, mereka yang celananya di atas mata kaki seringkali diolok-olok, “Kebanjiran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah wahai Saudariku, betapa ringannya orang menentang atau mengolok-olok syari’at yang lurus ini. Betapa mudahnya mereka menertawakan sunnah tanpa beban. Semua itu tidak terjadi melainkan disebabkan kebodohan akan agamanya sendiri, atau karena keengganan untuk melakukan syari’at ini. Banyak di antara umat Islam di negeri ini yang masih belum mengetahui bahwa mengolok-olok syari’at ini yaitu sunnah merupakan salah satu pembatal keislaman. Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Washaby rahimahullahu Ta’ala menyebutkan dalam kitabnya Al-Qaul Al-Mufid fii Adillati At-Tauhid, bahwa mengolok-olok sesuatu yang merupakan bagian dari agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengolok-olok pahala dari pengamalan agama atau siksa karena meninggalkan kewajiban agama, merupakan salah satu dari pembatal keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang munafiq itu takut akan diturunkan terhadap mereka suatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, ‘Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)’ Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, ’sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ “ (At-Taubah : 64-65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi fenomena tersebut, wajib bagi seorang muslim untuk meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi terhadap sunnah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika manusia melihat kedzaliman lalu tidak mau mencegahnya, maka segera saja Allah akan menurunkan adzab bagi mereka semua.” (HR. Abu Dawud [no, 4338], at-Tirmidzi [no.2168 dan 3057], Ahmad [no. 1, 16, 29, 53] dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun meluruskan penyimpangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui lisan, baik merupakan nasihat maupun kritikan, maupun dengan perbuatan yaitu mencegah dengan kekuatan fisik. Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani rahimahullahu Ta’ala dalam kitabnya Sittu Duror berkata: “Manusia memiliki kemampuan dan peran yang berbeda-beda, sedangkan mengkritik kebatilan itu wajib apapun tingkatan orang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu Ta’ala berkata: “Memerintahkan kepada sunnah dan melarang dari bid’ah adalah merupakan bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar. Dan itu adalah seutama-utama amal shalih.” (Minhajus Sunnah, 5/523)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, meluruskan penyimpangan terhadap syari’at adalah merupakan pembelaan terhadap sunnah dan merupakan amar ma’ruf nahi munkar yang sangat mulia. Sangat berat terasa untuk tetap berjalan di atas kebenaran, sebagaimana beratnya langkah yang harus dilalui ketika kita menyerukan sebuah kebenaran. Mungkin kita pernah mendengar sebagian umat Islam mengatakan bahwa kita wajib menjaga persatuan umat, sehingga kita harus bertoleransi terhadap kesalahan yang dilakukan oleh saudara kita. Mereka berkata bahwa mengungkapkan kebenaran dan meluruskan kesalahan yang dilakukan oleh saudara kita hanya akan merusak persatuan dan menyebabkan perpecahan. Maka pada masa sekarang ini, banyak firqah atau kelompok dari kaum muslimin yang berdakwah dengan cara merangkul semua golongan yang ada tanpa memperdulikan tentang perbedaan manhaj (metode dalam beragama) bahkan perbedaan aqidah. Padahal persatuan yang benar adalah persatuan di atas aqidah yang bersih dan manhaj beragama yang lurus, yaitu manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat. Persatuan di atas berbagai manhaj beragama dan aqidah bagaikan segelas air susu, yang partikelnya terlihat bersatu, namun ketika dibiarkan dia akan mengendap di dasar gelas. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah-pelah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Hasyr: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya persatuan tidak akan pernah terwujud dengan bergolong-golongan. Dengan bersikap permisif dan lemah lembut atau mendiamkan orang atau kelompok yang melakukan penyimpangan terhadap sunnah dan melakukan bid’ah, bukan berarti menyelamatkan kaum muslimin dari perpecahan. Hal tersebut justru akan mendorong umat Islam ke jurang kehancuran, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani rahimahullahu Ta’ala dalam kitabnya Sittu Duror, dengan membantah orang yang melakukan penyimpangan maka bahaya dari dua sisi dapat ditangkis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahaya dari luar, yaitu bahaya yang berasal dari orang-orang kafir yang selalu berusaha menghancurkan Islam dengan cara menyerang sendi-sendi aqidah, akhlaq serta hukum pemerintahan kaum muslimin.&lt;br /&gt;    * Bahaya dari dalam, yaitu bahaya yang berasal dari diri kaum muslimin sendiri yang berwujud dengan banyaknya firqah dan kelompok yang tokoh-tokohnya dengan bebas menyusupkan pemahaman mereka ke dalam hati generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berhati-hatinya salaf dalam menyikapi orang-orang atau kelompok yang menyimpang dari manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Shahabat, sehingga sikap mereka terhadap ahlul bid’ah lebih keras daripada sikap mereka terhadap orang-orang kafir. Hal ini dikarenakan bahaya yang ditimbulkan oleh penyimpangan kelompok dalam Islam jauh lebih besar daripada kejahatan orang-orang kafir. Bukan berarti dengan bersikap keras terhadap ahlul bid’ah berarti kita bersikap loyal terhadap orang-orang kafir. Sesungguhnya benarlah perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani bahwa penyimpangan kaum muslimin terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah jendela bagi masuknya orang kafir, sebab orang kafir selalu mencari celah untuk menghancurkan Islam, dan celah itu adalah jauhnya kaum muslimin dari manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka suatu keutamaan untuk meluruskan saudara kita yang terjerumus dalam bid’ah meskipun harus menunjukkan identitasnya, namun menyebutkan identitas hanya dilakukan jika kondisi menuntut untuk itu. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan dirinya sekaligus menyelamatkan umat dari penyimpangan yang dilakukannya. Maka janganlah kita merasa sesak hati ketika diingatkan dari kesalahan yang kita lakukan. Dan janganlah merasa berat hati serta ragu untuk mengingatkan saudara kita yang melakukan kesalahan. Sesungguhnya, nasehat adalah bentuk kasih sayang terhadap sesama kaum muslimin, dan kritikan dapat menjadi sebab bagi kembalinya seseorang kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Karena setiap kejelekan lahir dari kejelekan, sehingga diam terhadap penyimpangan bagaikan meletakkan bara api di bawah tumpukan jerami yang lambat laun akan membuatnya menjadi arang. Sebagaimana Syaikh Abdul Malik Ar-Ramadhani mengutip perkataan Syaikh Yahya bin Yahya, guru dari Imam Bukhari, bahwa membela dan mempertahankan As-Sunnah adalah lebih mulia dari jihad. Sungguh indah perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullahu Ta’ala dalam kitab beliau Majmu’ Fatawa (28/53-54): “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan dua tangan, masing-masing saling mencuci. Kadang-kadang ada suatu kotoran tidak bisa dibersihkan kecuali dengan gosokan yang keras (sedikit kekerasan atau paksaan), namun hasilnya tetap bersih dan indah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;***&lt;br /&gt;Penyusun: Ummu Asma’&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Aris Munandar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-8986334354882240403?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/8986334354882240403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=8986334354882240403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8986334354882240403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8986334354882240403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/mulia-dengan-membela-sunnah.html' title='Mulia Dengan Membela Sunnah'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-2881319443355488194</id><published>2008-09-24T12:02:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T12:57:44.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Kisah Mahar Paling Mulia</title><content type='html'>Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal dengan nama Ummu Sulaim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Ummu Sulaim ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata, “Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menjadi pelajaran bahwa mahar sebagai pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesuatu yang perlu kalian tahu wahai saudariku, berdasarkan hadits dari Anas yang diriwayatkan oleh Tsabit bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “Aku belum pernah mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.” (Sunan Nasa’i VI/114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang kita untuk bermahal-mahal dalam mahar, diantaranya dalam sabda beliau adalah: “Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah saudariku muslimah…&lt;br /&gt;Semoga kisah ini menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan menjadi jalan untuk meluruskan pandangan kita yang mungkin keliru dalam memaknai mahar. Selain itu, semoga kisah ini menjadi salah satu motivator kita untuk lebih konsisten dengan keislaman kita. Wallahu Waliyyuttaufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penyusun: Ummu Ishaq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z” (Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq),&lt;br /&gt;   2. Wanita-wanita Teladan Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Mahmud &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-2881319443355488194?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/2881319443355488194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=2881319443355488194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/2881319443355488194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/2881319443355488194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/kisah-mahar-paling-mulia.html' title='Kisah Mahar Paling Mulia'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-8209515754068946060</id><published>2008-09-23T15:56:00.003+07:00</published><updated>2008-09-24T13:26:45.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Sang Raja yang Sakit</title><content type='html'>Pada susatu kesempatan ketika sedang Jum'atan, seorang ustadz bercerita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan ketika sedang Jum'atan, seorang Ustadz bercerita dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya...?  Masalahnya perihal ada seorang raja yang sholeh terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang dzolim, nasibnya lebih baik dari pada raja yang sholeh tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya begini.  Pada suatu ketika raja yang sholeh menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan ikan tertentu.bukan ikan yang biasa, masalahnya ketika ikan itu dicari.. Ternyata saat itu ikan tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat itu biasanya ikan sejenis itu banyak bermunculan..Tapi berhubung Allah berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang sholeh itu karena tidak mendapat obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang sholeh, melainkan raja yang dzolim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Tapi anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Alloh berkehendak lain..ikan-ikan itu pun bermunculan dan akhirnya sembuhlah si raja dzolim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya...dan saking penasarannya, bertanyalah malaikat pada Allah " Ya Allah, kenapa raja yang dzolim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang sholeh itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?" Lalu Allah menjelaskan "Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang sholeh untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan begitu wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal sholeh. Karena keburukannya telah kubalas di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat melanjutkan pertanyaannya, lalu bagaimana dengan raja yang dzolim itu ya Allah? Allah pun menjelaskannya kembali "Sebaliknya untuk raja yang dzolim itu sengaja Kuberi dia kesembuhan, karena walau gimana raja yang dzolim itu mempunyai kebaikan juga di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia,  dia tidak akan membawa amal kebaikan, melainkan yang diamembawa hanya amal buruk karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas saya berfikir setidaknya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sendiri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Alloh berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah...?! dan kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (sholeh/sholeha)tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kita kadang sempat iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Alloh berlaku demikian...??? Jawabannya: Biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hamba-hamba-Nya yang lain, karena Dia lah (Tuhan) Sang Pemilik Alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya, kita sebagai manusia teruslah Ikhtiar dan meningkatkan ibadah tanpa harus mendikte Allah, keikhlasan kita dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! karena bila kita ridho terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridho-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rahmat-nya dijauhkan dari siksa api neraka yang amat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai musibah yang terjadi/menimpa, seperti itu tadi ikhlaskan saja, Insya Allah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akherat dan akan memberatkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang sholeh di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akherat, subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sura al-Baqarah : Ayat: 216 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". Wallahu'alam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://beta.eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-8209515754068946060?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/8209515754068946060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=8209515754068946060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8209515754068946060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8209515754068946060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/sang-raja-yang-sakit.html' title='Sang Raja yang Sakit'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-4326134650838540263</id><published>2008-09-22T17:07:00.002+07:00</published><updated>2008-09-22T17:17:11.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Cinta Itu Berakhir'/><title type='text'>Ketika Cinta Itu Berakhir</title><content type='html'>Anda baru saja patah hati. Dunia serasa runtuh dan semuanya seakan tidak berarti. Saat itu, Anda mungkin berpikir tidak akan pernah bisa melupakan si dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala tempat, atau lagu selalu mengingatkan Anda padanya. Itu memang wajar, tetapi Anda harus ingat, masa ‘berkabung’ Anda tidak boleh berlama-lama. Jangan sampai kehidupan Anda terhenti gara-gara Anda patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa kiat sederhana agar Anda bisa belajar melupakan si dia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bercerita&lt;br /&gt;Salah satu cara dan merupakan cara terbaik adalah bercerita atau ‘curhat’. Membicarakan rasa sakit Anda kepada seseorang yang memang perhatikan Anda. Hal ini akan lebih membantu proses penyembuhan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memaafkan = Melupakan&lt;br /&gt;Jika Anda ingin cepat melupakannya, maka Anda harus memaafkan kesalahannya. Memang tidak akan mudah jika ia sudah melukai Anda begitu dalam, namun jika memaafkan, Anda dengan mudah menutup lembaran lama dan memulai hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jaga tubuh Anda&lt;br /&gt;Biasanya setelah putus, seseorang akan merasa stres atau depresi. Dan ini juga mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional Anda. Sangat penting untuk tetap makan, minum, olahraga, atau lakukan relaksasi. Paksa tubuh Anda untuk melakukan ini, walaupun Anda masih tidak mau dan tidak ada selera makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakukan hal yang ingin Anda lakukan&lt;br /&gt;Hiburlah diri Anda sendiri, dan yakinkan diri bahwa Anda bisa tetap melanjutkan hidup tanpanya. Lakukan apa yang tidak sempat Anda lakukan ketika Anda masih dengannya, dan nikmati kebebasan Anda. Menonton film yang Anda suka, makan sesuka Anda, mendengarkan musik yang ingin Anda dengar. Pokoknya lakukan apapun yang ingin Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berani mengambil risiko&lt;br /&gt;Ketika hubungan Anda tidak berhasil, Anda pasti takut untuk menjalani sebuah hubungan baru. Anda tidak mau orang itu hanya menjadi pelampiasan. Namun jangan karena patah hati Anda menutup hati. Pada saat dan waktu yang tepat Anda akan bertemu seseorang dan melupakan si dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ketika Anda jatuh cinta, Anda mungkin buta akan hal-hal kecil yang sebenarnya menandakan ketidakcocokan Anda dengannya. Supaya pikiran Anda terbuka dan lebih mudah melupakannya, ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan kepada diri Anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa yang Anda suka darinya?&lt;br /&gt;Ingat kembali, hal pertama apa yang Anda suka darinya? dan apa yang memang menjadi kelebihannya. Jika ada, Anda masih memiliki kemungkinan untuk jatuh cinta dengan pria lain yang memiliki kelebihan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa yang Anda tidak suka darinya?&lt;br /&gt;Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, Anda bisa tanya ke teman-teman yang mengenal kekasih Anda. Dengarkan apa yang diutarakan teman-teman Anda. Mereka akan terbuka dan lebih objektif dalam menilai. Ingat apa saja kejelekan kekasih Anda tersebut, sehingga jika Anda ingin membina hubungan lagi, Anda tidak akan jatuh pada pria yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang Anda tidak suka ketika bersamanya?&lt;br /&gt;Lihat ke belakang ketika Anda bersamanya. Bagaimana sikapnya, dan bagaimana sikap Anda. Anda juga bisa menanyakan pendapat orang lain yang pernah melihat Anda bersama. Dan dengarkan apa kata mereka. Mungkin setelah mereka menjawabnya, Anda bisa berkata “Terima kasih Anda putus dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah hubungan Anda dengannya mempengaruhi hubungan yang lain?&lt;br /&gt;Apakah ketika Anda bersamanya, Anda mengabaikan teman-teman Anda? atau membuat hubungan Anda dengan keluarga tidak harmonis? Kekasih yang baik tidak akan merusak kehidupan Anda dengan teman-teman Anda dan terlebih hubungan Anda dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjawab pertanyaan diatas, Anda mungkin baru tersadar bahwa ternyata ada begitu banyak hal kecil yang Anda abaikan yang ternyata mempengaruhi hubungan dan memperjelas ketidakcocokan Anda berdua, hal itu akan memudahkan Anda untuk melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;conectique.com&lt;br /&gt;sumber: www.resep.web.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-4326134650838540263?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/4326134650838540263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=4326134650838540263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4326134650838540263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4326134650838540263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/ketika-cinta-itu-berakhir.html' title='Ketika Cinta Itu Berakhir'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-7026985337184546128</id><published>2008-09-22T16:43:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T16:44:48.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran'/><title type='text'>Tips Ketupat Gurih dan Kenyal</title><content type='html'>Ingin tahu caranya agar ketupat tak cepat basi, tapi rasanya lebih gurih, kenyal, dan legit? Ini tipsnya!&lt;br /&gt;1. Cangkang Ketupat. Pilih daun kelapa yang berwarna kuning muda kehijauan atau yang tampak segar agar ketupat lebih bersih dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gurih &amp; Kenyal. Tambahkan sedikit air kapur sirih pada beras yang sudah dicuci sebelum dimasukkan ke dalam kulit ketupat. Air kapur sirih juga bisa membuat ketupat lebih awet atau tak cepat basi. Agar rasanya lebih gurih, bisa tambahkan sedikit garam pada beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Air Rebusan. Bila air rebusan ketupat mulai berkurang, tambahkan air panas. Tujuannya agar ketupat tetap bersih dan tidak terkesan kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tak Basi. Bila berlebih, masukkan sisa ketupat ke dalam lemari es agar tak cepat basi. Saat akan dihidangkan lagi, keluarkan dan biarkan beberapa lama sampai dinginnya berkurang. Lalu, rebus di dalam air mendidih sekitar 30 menit dan tiriskan. Rasanya, tentu saja masih tetap kenyal dan legit. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erwin Kuditawati &lt;br /&gt;sumber: www.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-7026985337184546128?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/7026985337184546128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=7026985337184546128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/7026985337184546128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/7026985337184546128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/tips-ketupat-gurih-dan-kenyal.html' title='Tips Ketupat Gurih dan Kenyal'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-8960123746034651476</id><published>2008-09-22T11:24:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T16:54:15.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangkit'/><title type='text'>10 Langkah Bijak Menuju Bahagia</title><content type='html'>1. Nikmatilah Hidup Anda&lt;br /&gt;Orang-orang bijak mengatakan bahwa hidup ini adalah suatu perjalanan yang harus dinikmati. Dan saat untuk menikmatinya adalah saat ini, bukan kemarin atau esok. Masa lalu telah menjadi sejarah, dan masa depan masih suatu misteri, namun saat ini adalah suatu karunia. Saat inilah yang betul-betul Anda miliki dan sedang Anda jalani. Hanya apabila Anda bisa menghargai dan menikmatinya, maka hidup Anda akan menjadi saat-saat yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buatlah Hidup Anda Ringan&lt;br /&gt;Setiap pagi, bangunlah dengan ucapan syukur untuk hari yang baru. Janganlah memulai hari Anda dengan keluhan agar sisa hari yang Anda jalani tidak kelabu. Hadapilah setiap tugas rutin dengan hati yang senang. Selesaikanlah setiap masalah dengan hati yang lapang. Usahakanlah untuk melakukan kegiatan yang dapat menyenangkan hati. Menjelang tidur, tinggalkanlah semua beban pikiran dan nikmatilah waktu istirahat agar esok Anda bangun dengan tubuh dan pikiran yang segar. Hidup ini ringan jika Anda membuatnya ringan, tapi hidup in berat jika Anda membuatnya berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peliharalah Kesehatan Anda&lt;br /&gt;Kesehatan adalah asset yang sangat berharga untuk meraih kebahagiaan. Bayangkan, betapa sulitnya Anda merasa bahagia ketika gigi Anda sakit atau ketika reumatik Anda kambuh. Rawatlah tubuh Anda, makanlah makanan bergizi, beristirahatlah yang secukupnya dan berolahragalah secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belajar Mensyukuri Apa Yang Anda Miliki&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, banyak sekali yang bisa Anda syukuri dalam hidup. Dan semakin mudah Anda mensyukurinya semakin dekat Anda dengan kebahagiaan. Ingatlah bahwa ketidakpuasan terhadap apa yang tidak Anda miliki adalah sumber ketidakbahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sayangi Diri Sendiri&lt;br /&gt;Terimalah segala ketidak sempurnaan Anda tanpa kemarahan dan kebencian. Maafkanlah diri Anda setiap kali Anda sadar telah melakukan kesalahan. Berilah hadiah atau imbalan setiap kali Anda meraih keberhasilan sekecil apapun. Berusalah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berjiwa Besar&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya memendam kemarahan, kebencian dan iri hati. Semua itu hanya membebani Anda dengan perasaan negative yang tidak menyenangkan. Belajarlah untuk memaafkan kesalahan orang lain, mengerti perasaan orang lain, mentolerir kelemahan orang lain dan menghargai prinsip orang lain yang berbeda dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bersahabatlah&lt;br /&gt;Meskipun tidak semua orang menjadi sahabat, namun Anda perlu memiliki beberapa orang sahabat dekat. Sahabat dapat membantu pertumbuhan kepribadian, sahabat bisa menjadi tampat untuk berbagi, bercermin dan belajar. Persahabatan yang sejati akan menciptakan nuansa-nuansa kebahagiaan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buatlah Orang Lain Merasa Bahagia&lt;br /&gt;Ulurkan tangan kepada orang yang memerlukan bantuan Anda, jadilah pendengar yang baik ketika orang lain mencurahkan isi hatinya, hiburlah orang yuang sedang dilanda kesusahan, dsb. Semua keabikan yang Anda perbuat akan memperkaya hidup Anda dengan pengalaman-pengalaman yang membahagiakan. Kebahagiaan datang pada saat Anda tidak mengejarnya untuk diri sendiri, melainkan pada saat Anda membagi-bagikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bersikap Optimis&lt;br /&gt;Ketika Anda menghadapi masalah besar atau krisis, Anda dapat memilih untuk tetap bersikap optimis. Milikilah keyakinan bahwa badai pasti berlalu, keadaan akan menjadi lebih baik, persoalan akan terselesaikan. Anda bisa melihat kesukaran bukan sebagai batu sandungan yang menjatuhkan, tapi sebagai batu loncatan yang bisa membuat Anda naik atau sebagai ujian yang bisa membuat Anda lebih bijak. Optimisme bagaikan nyala api yang menemani Anda berjalan di kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Percayalah &amp; Serahkanlah Hidup Anda Pada Tuhan&lt;br /&gt;Anda mempercayai Tuhan sebagai sumber kebahagiaan, serahkanlah hidup dan seluruh beban Anda kepada-Nya. Buatlah Dia tersenyum dengan berusaha mentaati-Nya. Semakin harmonis hubungan Anda dengan Tuhan, semakin harmonis hubungan dengan diri sendiri, maka semakin mudah Anda meraih kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://fly251287.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-8960123746034651476?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/8960123746034651476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=8960123746034651476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8960123746034651476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8960123746034651476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/10-langkah-bijak-menuju-bahagia.html' title='10 Langkah Bijak Menuju Bahagia'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-6580474346172650125</id><published>2008-09-22T09:36:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T16:53:18.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Nokia N96 Akhirnya Datang Jua</title><content type='html'>Gedung Graha Nokia Bimasakti di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis sore pekan lalu, penuh sesak oleh para tamu undangan acara Premiere Launching Nokia N96. Mereka "tumplek-blek" di ruang utama, yang dijadikan ruang pamer vendor telepon seluler terkemuka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma mengikuti acara lalu pulang. Sebagian dari para undangan bahkan langsung membeli produk anyar itu. Pria, wanita, tua maupun muda, rela merogoh kocek dalam-dalam (sekitar Rp 8,1 juta) untuk memboyong pulang ponsel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka ini yang sudah inden sebelumnya," ujar Legi Sugianto, Product Marketing Manager PT Nokia Indonesia. N96 memang salah satu produk primadona Nokia. Dinanti-nanti sejak diperkenalkan pada Februari lalu, ponsel ini akhirnya hadir juga di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nokia N96 adalah penerus seri N95 yang diluncurkan tahun lalu. Sebelumnya, Nokia N95--yang terjual lebih dari 7 juta unit di seluruh dunia--menjadi ikon Nokia untuk menyediakan konvergensi antara mobilitas dan pemakaian Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, N96 hadir dengan berbagai fitur yang merupakan pengembangan dari N95. Kelebihan N96 dari pendahulunya itu antara lain memori internalnya hingga 16 gigabita, lebih besar ketimbang N95 yang cuma 8 gigabita. "Baterainya juga lebih tahan lama," kata Legi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baterai N96 mampu memutar video 5 jam nonstop. Adapun N95 hanya 3 jam. Chip-set pemutar musiknya juga jauh lebih baik. Untuk format video, N96 bisa memutar file WMV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika ingin melacak lokasi dengan mengaktifkan fitur GPS, pengguna tidak perlu membuka slider. "Kalau N95 harus dibuka dulu slider-nya," ujarnya. Dengan kelebihan itu, tak mengherankan jika pada hari pertama pemasarannya di Indonesia, N96 langsung laris manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Manajer Produk Nokia Indonesia Dominikus Susanto, ponsel berdesain slide (geser) ini juga sudah dioptimalkan untuk perangkat hiburan berbasis video. "Targetnya adalah para technology leader yang butuh semua fitur ultimate terbaik di kelasnya," ujarnya di Jakarta akhir bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti N95, Nokia N96 juga dijuluki "komputer multimedia". Julukan ini sepertinya wajar, karena kemampuannya menyimpan hingga 10 ribu lagu atau setara dengan memori 40 jam video. Untuk melengkapi julukan itu, ponsel ini juga dibekali penangkap siaran televisi digital atau DBV-H plus speaker stereo 3D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar 2,8 incinya bisa digeser ke atas-ke bawah dengan dudukan, juga ada kamera 5 megapiksel. N96 pun dilengkapi perekam klip video berkualitas DVD dan pemutar video berformat MPEG4/Windows Media Video/Flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi desain, N96 tampak seperti perpaduan N95 dan N81, tapi lebih ramping daripada N95. Lapisan N96 juga lebih glossy--licin dan mengkilat---ketimbang N95. Rel slider di sekeliling keypad--seperti pada N95--juga "dilenyapkan". Adapun tombol keypad dari bahan karet diganti tombol backlit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan jenis layar sentuh, N96 sempat pula disebut-sebut sebagai "pembunuh" iPhone karena kelengkapan fiturnya itu. Namun, Legi membantah hal itu. Menurut dia, spesifikasi ponsel ini jelas berbeda dengan iPhone. "Jadi, kami memang tidak head-to-head (berhadapan) dengan iPhone," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIMAS | KARTIKA CANDRA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan: GSM 850/900/1.800/1.900, HSDPA 2.100/900&lt;br /&gt;Dimensi: 103 x 55 x 18 mm&lt;br /&gt;Berat: 125 gr&lt;br /&gt;Layar: TFT 16 juta warna, 240 x 320 piksel, 2,8 inci&lt;br /&gt;Memori: internal 16GB; eksternal micro-SD sampai 8 GB; 128 MB RAM 256 MB memory storage; CPU Dual ARM 9 264 MHz&lt;br /&gt;Fitur lain: SMS, MMS, e-mail, instant messaging, games, kamera 5MP, built-in GPS receiver, fungsi A-GPS, DVB-H TV broadcast receiver, Java MIDP 2.0, pemutar musik, 3,5 mm audio output jack, TV-out, stereo FM radio, organizer, office document viewer, T9, push to talk, dan voice dial/memo&lt;br /&gt;Baterai: Li-Ion 950 mAh, waktu bicara 3 jam 40 menit; siaga 220 jam&lt;br /&gt;Harga: Rp 8 jutaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber : TEMPO Interaktif&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-6580474346172650125?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/6580474346172650125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=6580474346172650125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/6580474346172650125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/6580474346172650125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/nokia-n96-akhirnya-datang-jua.html' title='Nokia N96 Akhirnya Datang Jua'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-8658841555678910284</id><published>2008-09-22T09:06:00.006+07:00</published><updated>2008-09-22T16:56:06.912+07:00</updated><title type='text'>Waspada Al-Qur’an palsu buatan Amerika</title><content type='html'>Al-Quran baru buatan Amerika, berbahaya dan sedang didistribusikan di Kuwait, berjudul ‘The True Furqan’ isinya bertentangan sekali. Dibuat oleh 2 perusahaan percetakan ‘Omega 2001′ dan ‘Wine Press. Judul lain buku ini “The 21st Century Quran”&lt;br /&gt;Berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris disana. Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana, dan Al-Injil.&lt;br /&gt;Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, perceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang sangat menyesatkan. Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua dari orang-orang Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT.(Prince Muhammad/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini&lt;br /&gt;http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.arrohmah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-8658841555678910284?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/8658841555678910284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=8658841555678910284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8658841555678910284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8658841555678910284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/waspada-al-quran-palsu-buatan-amerika.html' title='Waspada Al-Qur’an palsu buatan Amerika'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-7932440100123039097</id><published>2008-09-21T14:02:00.002+07:00</published><updated>2008-09-22T17:00:56.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>" Ikhlas "</title><content type='html'>Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah,sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji: Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... " Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?" Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.." Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau Ayah mau... ambillah kalung Anisa" Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau" Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan ALLAH. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga,dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan... baik itu berupa barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita HARUS yakin tidak akan ALLAH mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Anynomous&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-7932440100123039097?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/7932440100123039097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=7932440100123039097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/7932440100123039097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/7932440100123039097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/ikhlas.html' title='&quot; Ikhlas &quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-4319567312992126478</id><published>2008-09-18T13:11:00.004+07:00</published><updated>2008-09-22T16:58:39.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adat'/><title type='text'>Cinta Suciku Musnah Akibat Adat</title><content type='html'>Adat...&lt;br /&gt;Ya...adat masih mendominasi kehidupan suatu kaum&lt;br /&gt;Dari setiap lini kehidupan&lt;br /&gt;Tak penting apakah adat itu mensejahterakan masyarakatnya&lt;br /&gt;Atau adat itu malah mempersempit wawasan dan gerak langkah manusia itu sendiri&lt;br /&gt;yang lebih parahnya lagi adat itu malah bertentangan dengan Al-Qur;an dan Sunnah Rosulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang...&lt;br /&gt;Ya..sangat ironis sekali&lt;br /&gt;Itu juga yg ku alami saat ini&lt;br /&gt;Cintaku harus musnah berkeping- keping&lt;br /&gt;Karena adat jahiliyah yang dianut suatu keluarga&lt;br /&gt;Ya..kluarga calon istriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sanggup memisahkan kami&lt;br /&gt;Yang saling mencintai karena Allah&lt;br /&gt;Dan ingin membangun keluarga sakinah, mawaddah, warohmah&lt;br /&gt;Hidup bahagia dengan restu orang tua dan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...mereka tega memisahkan kan kami hanya karena&lt;br /&gt;Masih berpegung teguh dengan adat yg tidak boleh membuat hajatan disaat bulan ramadhan apalagi sampai melaksanakan ijab kabul&lt;br /&gt;Mereka meyakini kalau menikah di bulan ramadhan hidup akan susah, rumah tangga tak akan lama, sial dan hal2 lain yang tak masuk akal&lt;br /&gt;Padahal mereka tahu Rasulullah SAW yang mulia diperintahkan Allah SWT untuk menikahi Saudah binti Zam'ah bin Qais di bulan ramadhan sebagai pedoman untuk umat nya kelak agar tak ada perselisihan didalamnya&lt;br /&gt;Apakah mata hati mereka sudah tertutup dengan kebenaran Islam yang indah ini?&lt;br /&gt;Apakah adat harus lebih di utamakan dari Petunjuk Allah dan Rasul-Nya??&lt;br /&gt;Astaghfirullahal 'Azhiim.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mampu mendoakan Rahmat dan Hidayah untuk kalian wahai keluargaku....&lt;br /&gt;Agar menerima Petunjuk Allah dan Rasul-Nya dengan ikhlas&lt;br /&gt;Dan segeralah tinggalkan adat2 jahiliyah itu dengan ikhlas pula..&lt;br /&gt;Karena setidaknya anakmu ini pernah berhutang budi pada kalian sekeluarga&lt;br /&gt;Permohonan maaf tetap kupohon dari kalian sekeluarga&lt;br /&gt;Walaupun kalian telah menghancurkan impianku...&lt;br /&gt;Dan satu hal yang tak kalah pentingnya adalah...kumohon jangan putuskan silaturrahmi antara kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir &amp; Bathin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-4319567312992126478?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/4319567312992126478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=4319567312992126478' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4319567312992126478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/4319567312992126478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/09/cinta-suciku-musnah-akibat-adat.html' title='Cinta Suciku Musnah Akibat Adat'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-3214275466193820230</id><published>2008-06-01T02:09:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T13:26:17.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>"Sifat Malu"</title><content type='html'>Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya  dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan terpuji itu. Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malu adalah Iman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” (HR: Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malu, Kunci Segala Kebaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Malu merupakan penghalang seseorang untuk melakukan perbuatan dosa. Hasrat seseorang untuk berbuat dosa berbanding terbalik dengan rasa malu yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hatim berkata: “Bila manusia terbiasa malu, maka pada dirinya terdapat faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan. Sebaliknya orang yang tidak tahu malu dan terbiasa berbicara kotor maka pada dirinya tidak akan ada faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan, yang ada hanya kejahatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ibnu Abdullah Al-Baghdadi melantunkan syair sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Bila cahaya wajah berkurang,&lt;br /&gt;maka berkurang pula rasa malunya&lt;br /&gt;Tidak ada keindahan pada wajah,&lt;br /&gt;Bila cahayanya berkurang&lt;br /&gt;Rasa malumu peliharalah selalu,&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesuatu yang menandakan kemuliaan seseorang,&lt;br /&gt;Adalah rasa malunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bukannya Tidak Pede&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai sifat malu bukan berarti menjadikan kita rendah diri, minder, atau nggak pede. Apalagi gara-gara ketidakpedean itu kita jadi urung melakukan kebaikan, amal shalih, dan menuntut ilmu. Jika hal itu terjadi pada diri kita, cobalah kita berintrospeksi, apakah sebenarnya malu yang kita rasakan itu karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau karena manusia. Misalnya saja kita malu memakai jilbab yang syar’I, malu menunjukkan jati diri sebagai seorang Pria Muslim atau malu pergi ke majelis ta’lim. Apakah malu yang demikian ini karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau hanya rasa malu, ketakutan dan kecemasan kita kepada selain-Nya? Padahal, malu kepada Alloh-lah yang seharusnya kita utamakan. Bukankah Alloh-lah yang paling berhak kita malui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi rahimahulloh berkata: “Al-Musthafa (Nabi Muhammad) Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang pemalu. Beliau menyuruh (umatnya) agar mempunyai sifat malu. Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa malu tidak dapat merintangi kebenaran yang beliau katakan atau menghalangi urusan agama yang beliau jadikan pegangan sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar” (QS: Al-Ahzab: 53)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat malu memang adakalanya harus disingkirkan, yaitu saat kita menuntut ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Orang yang tidak tahu tidak selayaknya malu bertanya, dan orang yang ditanya tidak perlu malu bila tidak mengetahuinya untuk mengatakan: Saya tidak tahu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari rahimahulloh berkata: “Orang yang pemalu dan sombong tidak akan bisa mempelajari ilmu.” Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu pada diri mereka tidak menghalangi mereka mendalami ilmu agama.” (Fathul Bari 1/229)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harus Ditumbuhkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sifat yang mulia ini selayaknyalah kita pupuk dengan baik dan kita jaga agar tidak musnah dari diri kita. Berbahagialah kita, jika kita terlahir sebagai sebagai seorang yang pemalu, yang berati kita telah mempunyai sifat dasar yang baik. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Asyaj dari bani Anshar, yang artinya: “Pada dirimu ada dua sifat yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala sukai.” Maka ia bertanya, “Apakah itu, wahai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab; “Sabar dan malu”. Asyaj bertanya lagi, “Apakah kedua sifat itu sudah ada sejak dulu atau baru ada?”. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Sejak dulu.” Asyaj berkata, “Puji syukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberiku dua sifat yang Allah sukai “ (HR: Ibnu Abi ‘Ashim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang kita rasakan sifat itu kurang pada diri kita, maka tidak perlu khawatir karena sifat itu dapat ditumbuhkan. Dengan meningkatkan iman, ma’rifatulloh, dan pendekatan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala sehingga dalam diri kita timbul kesadaran bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi, mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan dan yang kita simpan dalam hati maka akan tumbuhlah malu imani yang mampu mencegah seseorang berdosa karena takut pada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Al-Qur’an, Fathul Bari, Hadits Bukhori dan Muslim dan berbagai sumber lainnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-3214275466193820230?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/3214275466193820230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=3214275466193820230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3214275466193820230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3214275466193820230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/06/sifat-malu.html' title='&quot;Sifat Malu&quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-3826899860682779312</id><published>2008-05-25T14:55:00.010+07:00</published><updated>2008-09-22T17:02:20.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>"Di Atas Sajadah Cinta"</title><content type='html'>&lt;blockquote id="4412a2a8"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Permalink" href="http://ceritacinta.net/2006/11/09/di-atas-sajadah-cinta/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.&lt;br /&gt;Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.&lt;br /&gt;Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci.&lt;br /&gt;Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menangis,&lt;br /&gt;“fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.&lt;br /&gt;qad aflaha man zakkaaha. wa qad khaaba man dassaaha …”&lt;br /&gt;(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,&lt;br /&gt;sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,&lt;br /&gt;dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya …)&lt;br /&gt;Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?&lt;br /&gt;Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di pinggir kota tampak sebuah rumah mewah bagai istana. Lampu-lampu yang menyala dari kejauhan tampak berkerlap-kerlip bagai bintang gemintang. Rumah itu milik seorang saudagar kaya yang memiliki kebun kurma yang luas dan hewan ternak yang tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;Dalam salah satu kamarnya, tampak seorang gadis jelita sedang menari-nari riang gembira.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wajahnya yang putih susu tampak kemerahan terkena sinar yang terpancar bagai tiga lentera yang menerangi ruangan itu. Kecantikannya sungguh memesona. Gadis itu terus menari sambil mendendangkan syair-syair cinta,“in kuntu ‘asyiqatul lail fa ka’si musyriqun bi dhau’ wal hubb al wariq …”(jika aku pencinta malam maka gelasku memancarkan cahaya dan cinta yang mekar…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu terus menari-nari dengan riangnya. Hatinya berbunga-bunga. Di ruangan tengah, kedua orangtuanya menyungging senyum mendengar syair yang didendangkan putrinya. Sang ibu berkata, “Abu Afirah, putri kita sudah menginjak dewasa. Kau dengarkanlah baik-baik syair-syair yang ia dendangkan.”&lt;br /&gt;“Ya, itu syair-syair cinta. Memang sudah saatnya dia menikah. Kebetulan tadi siang di pasar aku berjumpa dengan Abu Yasir. Dia melamar Afirah untuk putranya, Yasir.”&lt;br /&gt;“Bagaimana, kau terima atau…?”&lt;br /&gt;“Ya jelas langsung aku terima. Dia ‘kan masih kerabat sendiri dan kita banyak berhutang budi padanya. Dialah yang dulu menolong kita waktu kesusahan. Disamping itu Yasir itu gagah dan tampan.”&lt;br /&gt;“Tapi bukankah lebih baik kalau minta pendapat Afirah dulu?”&lt;br /&gt;“Tak perlu! Kita tidak ada pilihan kecuali menerima pinangan ayah Yasir. Pemuda yang paling cocok untuk Afirah adalah Yasir.”&lt;br /&gt;“Tapi, engkau tentu tahu bahwa Yasir itu pemuda yang tidak baik.”&lt;br /&gt;“Ah, itu gampang. Nanti jika sudah beristri Afirah, dia pasti juga akan tobat! Yang penting dia kaya raya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, di sebuah tenda mewah, tak jauh dari pasar Kufah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seorang pemuda tampan dikelilingi oleh teman-temannya. Tak jauh darinya seorang penari melenggak lenggokan tubuhnya diiringi suara gendang dan seruling.&lt;br /&gt;“Ayo bangun, Yasir. Penari itu mengerlingkan matanya padamu!” bisik temannya.&lt;br /&gt;“Be…benarkah?”&lt;br /&gt;“Benar. Ayo cepatlah. Dia penari tercantik kota ini. Jangan kau sia-siakan kesempatan ini, Yasir!”&lt;br /&gt;“Baiklah. Bersenang-senang dengannya memang impianku.”&lt;br /&gt;Yasir lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menghampiri sang penari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sang penari mengulurkan tangan kanannya dan Yasir menyambutnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Keduanya lalu menari-nari diiringi irama seruling dan gendang. Keduanya benar-benar hanyut dalam kelenaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dengan gerakan mesra penari itu membisikkan sesuatu ketelinga Yasir,&lt;br /&gt;“Apakah Anda punya waktu malam ini bersamaku?”&lt;br /&gt;Yasir tersenyum dan menganggukan kepalanya. Keduanya terus menari dan menari. Suara gendang memecah hati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Irama seruling melengking-lengking. Aroma arak menyengat nurani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hati dan pikiran jadi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Keesokan harinya.&lt;br /&gt;Usai shalat dhuha, Zahid meninggalkan masjid menuju ke pinggir kota. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ia berjalan dengan hati terus berzikir membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ia sempatkan ke pasar sebentar untuk membeli anggur dan apel buat saudaranya yang sakit.&lt;br /&gt;Zahid berjalan melewati kebun kurma yang luas. Saudaranya pernah bercerita bahwa kebun itu milik saudagar kaya, Abu Afirah. Ia terus melangkah menapaki jalan yang membelah kebun kurma itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat titik hitam. Ia terus berjalan dan titik hitam itu semakin membesar dan mendekat. Matanya lalu menangkap di kejauhan sana perlahan bayangan itu menjadi seorang sedang menunggang kuda. Lalu sayup-sayup telinganya menangkap suara,&lt;br /&gt;“Toloong! Toloong!!”&lt;br /&gt;Suara itu datang dari arah penunggang kuda yang ada jauh di depannya. Ia menghentikan langkahnya. Penunggang kuda itu semakin jelas.&lt;br /&gt;“Toloong! Toloong!!”&lt;br /&gt;Suara itu semakin jelas terdengar. Suara seorang perempuan. Dan matanya dengan jelas bisa menangkap penunggang kuda itu adalah seorang perempuan. Kuda itu berlari kencang.&lt;br /&gt;“Toloong! Toloong hentikan kudaku ini! Ia tidak bisa dikendalikan!”&lt;br /&gt;Mendengar itu Zahid tegang. Apa yang harus ia perbuat. Sementara kuda itu semakin dekat dan tinggal beberapa belas meter di depannya. Cepat-cepat ia menenangkan diri dan membaca shalawat. Ia berdiri tegap di tengah jalan. Tatkala kuda itu sudah sangat dekat ia mengangkat tangan kanannya dan berkata keras,&lt;br /&gt;“Hai kuda makhluk Allah, berhentilah dengan izin Allah!”&lt;br /&gt;Bagai pasukan mendengar perintah panglimanya, kuda itu meringkik dan berhenti seketika. Perempuan yang ada dipunggungnya terpelanting jatuh. Perempuan itu mengaduh. Zahid mendekati perempuan itu dan menyapanya,&lt;br /&gt;“Assalamu’alaiki. Kau tidak apa-apa?”&lt;br /&gt;Perempuan itu mengaduh. Mukanya tertutup cadar hitam. Dua matanya yang bening menatap Zahid. Dengan sedikit merintih ia menjawab pelan,&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, tidak apa-apa. Hanya saja tangan kananku sakit sekali. Mungkin terkilir saat jatuh.”&lt;br /&gt;“Syukurlah kalau begitu.”&lt;br /&gt;Dua mata bening di balik cadar itu terus memandangi wajah tampan Zahid. Menyadari hal itu Zahid menundukkan pandangannya ke tanah. Perempuan itu perlahan bangkit. Tanpa sepengetahuan Zahid, ia membuka cadarnya. Dan tampaklah wajah cantik nan memesona,&lt;br /&gt;“Tuan, saya ucapkan terima kasih. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan, dari mana dan mau ke mana Tuan?”&lt;br /&gt;Zahid mengangkat mukanya. Tak ayal matanya menatap wajah putih bersih memesona. Hatinya bergetar hebat. Syaraf dan ototnya terasa dingin semua. Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis jelita dari jarak yang sangat dekat. Sesaat lamanya keduanya beradu pandang. Sang gadis terpesona oleh ketampanan Zahid, sementara gemuruh hati Zahid tak kalah hebatnya. Gadis itu tersenyum dengan pipi merah merona, Zahid tersadar, ia cepat-cepat menundukkan kepalanya. “Innalillah. Astagfirullah,” gemuruh hatinya.&lt;br /&gt;“Namaku Zahid, aku dari masjid mau mengunjungi saudaraku yang sakit.”&lt;br /&gt;“Jadi, kaukah Zahid yang sering dibicarakan orang itu? Yang hidupnya cuma di dalam masjid?”&lt;br /&gt;“Tak tahulah. Itu mungkin Zahid yang lain.” kata Zahid sambil membalikkan badan. Ia lalu melangkah.&lt;br /&gt;“Tunggu dulu Tuan Zahid! Kenapa tergesa-gesa? Kau mau kemana? Perbincangan kita belum selesai!”&lt;br /&gt;“Aku mau melanjutkan perjalananku!”&lt;br /&gt;Tiba-tiba gadis itu berlari dan berdiri di hadapan Zahid. Terang saja Zahid gelagapan. Hatinya bergetar hebat menatap aura kecantikan gadis yang ada di depannya. Seumur hidup ia belum pernah menghadapi situasi seperti ini.&lt;br /&gt;“Tuan aku hanya mau bilang, namaku Afirah. Kebun ini milik ayahku. Dan rumahku ada di sebelah selatan kebun ini. Jika kau mau silakan datang ke rumahku. Ayah pasti akan senang dengan kehadiranmu. Dan sebagai ucapan terima kasih aku mau menghadiahkan ini.”&lt;br /&gt;Gadis itu lalu mengulurkan tangannya memberi sapu tangan hijau muda.&lt;br /&gt;“Tidak usah.”&lt;br /&gt;“Terimalah, tidak apa-apa! Kalau tidak Tuan terima, aku tidak akan memberi jalan!”&lt;br /&gt;Terpaksa Zahid menerima sapu tangan itu. Gadis itu lalu minggir sambil menutup kembali mukanya dengan cadar. Zahid melangkahkan kedua kakinya melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam datang membentangkan jubah hitamnya, kota Kufah kembali diterangi sinar rembulan. Angin sejuk dari utara semilir mengalir.&lt;br /&gt;Afirah terpekur di kamarnya. Matanya berkaca-kaca. Hatinya basah. Pikirannya bingung. Apa yang menimpa dirinya. Sejak kejadian tadi pagi di kebun kurma hatinya terasa gundah. Wajah bersih Zahid bagai tak hilang dari pelupuk matanya. Pandangan matanya yang teduh menunduk membuat hatinya sedemikian terpikat. Pembicaraan orang-orang tentang kesalehan seorang pemuda di tengah kota bernama Zahid semakin membuat hatinya tertawan. Tadi pagi ia menatap wajahnya dan mendengarkan tutur suaranya. Ia juga menyaksikan wibawanya. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam hati ia berkata,&lt;br /&gt;“Inikah cinta? Beginikah rasanya? Terasa hangat mengaliri syaraf. Juga terasa sejuk di dalam hati. Ya Rabbi, tak aku pungkiri aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama Zahid. Dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta. Ya Rabbi, izinkanlah aku mencintainya.”&lt;br /&gt;Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Ia teringat sapu tangan yang ia berikan pada Zahid. Tiba-tiba ia tersenyum,&lt;br /&gt;“Ah sapu tanganku ada padanya. Ia pasti juga mencintaiku. Suatu hari ia akan datang kemari.”&lt;br /&gt;Hatinya berbunga-bunga. Wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu hadir di pelupuk matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sementara itu di dalam masjid Kufah tampak Zahid yang sedang menangis di sebelah kanan mimbar. Ia menangisi hilangnya kekhusyukan hatinya dalam shalat. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia bertemu dengan Afirah di kebun kurma tadi pagi ia tidak bisa mengendalikan gelora hatinya. Aura kecantikan Afirah bercokol dan mengakar sedemikian kuat dalam relung-relung hatinya. Aura itu selalu melintas dalam shalat, baca Al-Quran dan dalam apa saja yang ia kerjakan. Ia telah mencoba berulang kali menepis jauh-jauh aura pesona Afirah dengan melakukan shalat sekhusyu’-khusyu’-nya namun usaha itu sia-sia.&lt;br /&gt;“Ilahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Mahatahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu.” Isak Zahid mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.&lt;br /&gt;Zahid terus meratap dan mengiba. Hatinya yang dipenuhi gelora cinta terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun cinta itu semakin deras mengalir. Rasa cintanya pada Tuhan. Rasa takut akan azab-Nya. Rasa cinta dan rindu-Nya pada Afirah. Dan rasa tidak ingin kehilangannya. Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya. Dalam puncak munajatnya ia pingsan.&lt;br /&gt;Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belom shalat tahajjud. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya. Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.&lt;br /&gt;“Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia. Ilahi, hamba lemah maka berilah kekuatan!”&lt;br /&gt;Ia lalu bangkit, wudhu, dan shalat tahajjud. Di dalam sujudnya ia berdoa,&lt;br /&gt;“Ilahi, hamba mohon ridha-Mu dan surga. Amin. Ilahi lindungi hamba dari murkamu dan neraka. Amin. Ilahi, jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Afirah pada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya. Amin. Ilahi, hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu. Amin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, usai shalat dhuha Zahid berjalan ke arah pinggir kota. Tujuannya jelas yaitu melamar Afirah. Hatinya mantap untuk melamarnya. Di sana ia disambut dengan baik oleh kedua orangtua Afirah. Mereka sangat senang dengan kunjungan Zahid yang sudah terkenal ketakwaannya di seantero penjuru kota. Afiah keluar sekejab untuk membawa minuman lalu kembali ke dalam. Dari balik tirai ia mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahid dengan ayahnya. Zahid mengutarakan maksud kedatangannya, yaitu melamar Afirah.&lt;br /&gt;Sang ayah diam sesaat. Ia mengambil nafas panjang. Sementara Afirah menanti dengan seksama jawaban ayahnya. Keheningan mencekam sesaat lamanya. Zahid menundukkan kepala ia pasrah dengan jawaban yang akan diterimanya. Lalu terdengarlah jawaban ayah Afirah,&lt;br /&gt;“Anakku Zahid, kau datang terlambat. Maafkan aku, Afirah sudah dilamar Abu Yasir untuk putranya Yasir beberapa hari yang lalu, dan aku telah menerimanya.”&lt;br /&gt;Zahid hanya mampu menganggukan kepala. Ia sudah mengerti dengan baik apa yang didengarnya. Ia tidak bisa menyembunyikan irisan kepedihan hatinya. Ia mohon diri dengan mata berkaca-kaca. Sementara Afirah, lebih tragis keadaannya. Jantungnya nyaris pecah mendengarnya. Kedua kakinya seperti lumpuh seketika. Ia pun pingsan saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zahid kembali ke masjid dengan kesedihan tak terkira. Keimanan dan ketakwaan Zahid ternyata tidak mampu mengusir rasa cintanya pada Afirah. Apa yang ia dengar dari ayah Afirah membuat nestapa jiwanya. Ia pun jatuh sakit. Suhu badannya sangat panas. Berkali-kali ia pingsan. Ketika keadaannya kritis seorang jamaah membawa dan merawatnya di rumahnya. Ia sering mengigau. Dari bibirnya terucap kalimat tasbih, tahlil, istigfhar dan … Afirah.&lt;br /&gt;Kabar tentang derita yang dialami Zahid ini tersebar ke seantero kota Kufah. Angin pun meniupkan kabar ini ke telinga Afirah. Rasa cinta Afirah yang tak kalah besarnya membuatnya menulis sebuah surat pendek,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kepada Zahid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah mendengar betapa dalam rasa cintamu padaku. Rasa cinta itulah yang membuatmu sakit dan menderita saat ini. Aku tahu kau selalu menyebut diriku dalam mimpi dan sadarmu. Tak bisa kuingkari, aku pun mengalami hal yang sama. Kaulah cintaku yang pertama. Dan kuingin kaulah pendamping hidupku selama-lamanya.&lt;br /&gt;Zahid,&lt;br /&gt;Kalau kau mau. Aku tawarkan dua hal padamu untuk mengobati rasa haus kita berdua. Pertama, aku akan datang ke tempatmu dan kita bisa memadu cinta. Atau kau datanglah ke kamarku, akan aku tunjukkan jalan dan waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Afirah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;=============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu ia titipkan pada seorang pembantu setianya yang bisa dipercaya. Ia berpesan agar surat itu langsung sampai ke tangan Zahid. Tidak boleh ada orang ketiga yang membacanya. Dan meminta jawaban Zahid saat itu juga.&lt;br /&gt;Hari itu juga surat Afirah sampai ke tangan Zahid. Dengan hati berbunga-bunga Zahid menerima surat itu dan membacanya. Setelah tahu isinya seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia menarik nafas panjang dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Dengan berlinang air mata ia menulis untuk Afirah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kepada Afirah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamullahi’alaiki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.&lt;br /&gt;Afirah,&lt;br /&gt;Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka. Afirah, “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Az Zumar : 13 )&lt;br /&gt;Afirah,&lt;br /&gt;Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :&lt;br /&gt;“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga).”&lt;br /&gt;Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.&lt;br /&gt;Afirah,&lt;br /&gt;Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Zahid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================&lt;br /&gt;Begitu membaca jawaban Zahid itu Afirah menangis. Ia menangis bukan karena kecewa tapi menangis karena menemukan sesuatu yang sangat berharga, yaitu hidayah. Pertemuan dan percintaannya dengan seorang pemuda saleh bernama Zahid itu telah mengubah jalan hidupnya.&lt;br /&gt;Sejak itu ia menanggalkan semua gaya hidupnya yang glamor. Ia berpaling dari dunia dan menghadapkan wajahnya sepenuhnya untuk akhirat. Sorban putih pemberian Zahid ia jadikan sajadah, tempat dimana ia bersujud, dan menangis di tengah malam memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Siang ia puasa malam ia habiskan dengan bermunajat pada Tuhannya. Di atas sajadah putih ia menemukan cinta yang lebih agung dan lebih indah, yaitu cinta kepada Allah SWT. Hal yang sama juga dilakukan Zahid di masjid Kufah. Keduanya benar-benar larut dalam samudera cinta kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Allah Maha Rahman dan Rahim. Beberapa bulan kemudian Zahid menerima sepucuk surat dari Afirah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kepada Zahid,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Assalamu’alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Dialah Tuhan yang memberi jalan keluar hamba-Nya yang bertakwa. Hari ini ayahku memutuskan tali pertunanganku dengan Yasir. Beliau telah terbuka hatinya. Cepatlah kau datang melamarku. Dan kita laksanakan pernikahan mengikuti sunnah Rasululullah SAW. Secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Afirah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============================================================&lt;br /&gt;Seketika itu Zahid sujud syukur di mihrab masjid Kufah. Bunga-bunga cinta bermekaran dalam hatinya. Tiada henti bibirnya mengucapkan hamdalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Habiburrahman. E&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-3826899860682779312?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/3826899860682779312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=3826899860682779312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3826899860682779312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3826899860682779312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/05/di-atas-sajadah-cinta-kota-kufah-terang.html' title='&quot;Di Atas Sajadah Cinta&quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-8467206498458111738</id><published>2008-05-25T00:28:00.002+07:00</published><updated>2008-05-25T00:33:21.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Hati'/><title type='text'>"Arjuna Remuk Redam"</title><content type='html'>kau membuat kuberantakan&lt;br /&gt;kau membuat ku tak karuan&lt;br /&gt;kau membuat kutak berdaya&lt;br /&gt;kau menuduhku acuhkan dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana caranya untuk&lt;br /&gt;meruntuhkan kerasnya hatimu&lt;br /&gt;ku sadari ku tak sempurna&lt;br /&gt;kutak seperti yg kau inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau hancurkan aku dengan sikapmu&lt;br /&gt;tak sadarkah kau telah menyakitiku&lt;br /&gt;lelah hati ini meyakinkanmu&lt;br /&gt;cinta ini membunuhku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-8467206498458111738?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/8467206498458111738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=8467206498458111738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8467206498458111738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/8467206498458111738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/05/arjuna-remuk-redam.html' title='&quot;Arjuna Remuk Redam&quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-5559973518862002889</id><published>2008-05-15T15:36:00.003+07:00</published><updated>2008-09-22T17:00:18.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Bunda, Aku ingin menikah</title><content type='html'>Seketika mata tua itu berbinar senang seraya menatap anak laki-lakinya. Terlintas di pikirannya, gubuk kecil ini akan penuh dengan limpahan kebahagiaan. Ditemankan seorang gadis cantik yang kelak menjadi menantunya, hingga terbayang pula celoteh, canda dan tawa cucu-cucu yang memenuhi setiap sudut rumah. Ditatapnya kembali pemuda tanggung yang berdiri dengan gagah di depannya. Ia telah tumbuh besar, bukan lagi bocah kecil yang dulu sering dijewer telinganya saat nakal. Tak pula sepotong kue yang disodorkan akan membuatnya menghentikan tangisan. Bocah ingusan itu telah dewasa, bahkan terlihat lebih dewasa dari usianya. Sorot matanya tajam laksana elang, rahang kukuh dan senyum yg menawan, serta tubuh yang tegap bagaikan prajurit yang tak sabar menanti genderang perang ditabuhkan. Seakan tak percaya pada sekian waktu yang telah berlalu, tangan yang telah keriput dimakan usia itu bergerak perlahan menyentuh wajah di hadapannya. Lalu dielusnya dengan lembut, penuh dengan selaksa cinta. Ia memang telah dewasa dan saatnya telah tiba untuk menikah, hati kecilnya bergumam bahagia.  Sepekan pun berlalu dalam guliran usia dan waktu. Seiring itu pula, alunan bacaan al Qur‘an semakin terdengar merdu dan syahdu. Hampir setiap saat, lelaki itu selalu bersama mush-haf al Qur‘an kecil yang tak pernah jauh dari sisinya. Menjelang saat pernikahan, ia memang semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Ibadah wajib bahkan sunnat pun tampak semakin khusyuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pemuda itu kembali berdiri di hadapan ibunda tercinta. Ia semakin tampan, wajahnya tampak bercahaya, gagah walaupun tanpa mengenakan pakaian pesta seperti layaknya mempelai yang akan menikah. Ia tersenyum, sedikit menganggukkan kepala lalu memeluk dengan penuh kasih sayang wanita yang melahirkannya. Pelukannya lambat laun semakin erat, bagaikan sebuah salam perpisahan. Ibunda pun menangis, isakannya terdengar saling memburu dan membasahi kafeyah. Mata hatinya sebagai seorang ibu, telah menerka makna pernikahan sesungguhnya yang diinginkan buah hati tercinta. Sekelebat kebahagiaan yang terlintas beberapa hari lalu di pikirannya, semata-mata hanyalah pelipur lara bagi fitrahnya sebagai seorang ibunda. Pemuda yang lahir dari rahimnya, dibuai dan telah dibesarkan ini bukanlah miliknya, tapi milik zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini anak panah itu telah siap meluncur dari busur, pedang siap terayun menebas musuh, butir peluru pun siap ditembakkan dan melaju. Untaian do‘a, baluran cinta dan alunan senandung jihad yang senantiasa menemani lelap tidur anaknya telah menjelma dalam setiap helaan nafas dan butiran darah. Dilepaskannya kepergian buah hati tercinta dengan ikhlas, penuh keredhaan dan iringan do‘a. Tak ada lagi tangis, apalagi sedu sedan dari sudut mata tuanya. Hanya tatapan kasih sayang dan senyum kebanggaan. Sang pemuda melangkah dengan penuh keyakinan menuju gerbang pernikahan yang dihiasi mahligai cinta. Mahar yang akan diberikan pun telah siap di balik baju, melilit sekujur tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-5559973518862002889?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/5559973518862002889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=5559973518862002889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/5559973518862002889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/5559973518862002889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/05/bunda-aku-ingin-menikah.html' title='Bunda, Aku ingin menikah'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-3154799104566897354</id><published>2008-05-15T15:24:00.003+07:00</published><updated>2008-09-24T13:26:17.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>"Tersenyum Bersama C.I.N.T.A"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 108pt; text-indent: 36pt; line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;                                                                   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Jikalau sekiranya kita mencintai seseorang dan tidak terbalas oleh cintanya, janganlah merasa tersisih, patah hati apalagi berniat pingin mati. apaan itu? &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Memang tiada salahnya juga kita mencintai seseorang, karena cinta tidak memilih untuk singgah di hati siapa pun, Cuma mungkin cinta kita kepadanya belum bisa diterima dihatinya. Jikalau Sekiranya kamu dicintai oleh seseorang yang tidak kamu cintai, anggaplah ia satu penghormatan buat dirimu. Kembalikan penghormatan itu dengan cara yang Ikhlas dan jujur. Jangan ambil kesempatan dan janganlah melukai perasaannya. Setiap hati dan perasaan mengalami kepedihan dan kebahagiaan yang serupa sekalipun cara kita mengendalikannya berbeda. Jikalau kita bercinta dengan seseorang yang begitu mencintai diri kita, dan tiba-tiba cinta itu memilih untuk pergi, tidak ada yang harus dipersalahkan. Relakanlah saja cinta itu pergi karena setiap kejadian pasti ada maksud yang tersembunyi dan kita baru akan menyadarinya apabila waktu sudah berganti. Karena cinta itu sendiri akan memilih untuk singgah di hati siapa pun, kamu hanya perlu menerima kehadiran cinta dengan segala misteri di dalamnya apabila ia datang mengetuk pintu hatimu. Nikmatilah ia sebagaimana ia membuat hidupmu bahagia dan lebih bersemangat. Cinta senantiasa dan selamanya akan menjadi misteri datang secara tiba-tiba dan pergi juga ngak pakai permisi. Karena itu Bersyukurlah karena ia pernah singgah di hatimu... &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kecintaanmu kepada sang kekasih akan membuatmu menderita, tetapi kecintaan sang kekasih kepadamu akan memanjakanmu itulah cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada dasarnya kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;akan tetapi kasih sayang Allah tiada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; menepi dan kasih sayang Allah janjinya sudah pasti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Disaat kita merasakan bahwa diri kita bukan milik siapa-siapa kecuali hanya milik Allah semata, sehingga kita tidak pernah menyesali dengan sesuatu yang telah tiada, semua dari Allah dan akan kembali juga kepada pemiliknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt; color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic; font-family: arial;"&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 153, 153); font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Pastikan diri kita masih memiliki rasa Cinta dan tersenyumlah bersamanya ……&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-3154799104566897354?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/3154799104566897354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=3154799104566897354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3154799104566897354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/3154799104566897354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/05/tersenyum-bersama-cinta.html' title='&quot;Tersenyum Bersama C.I.N.T.A&quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-488161904990681743.post-6965983438287070466</id><published>2008-05-10T21:21:00.002+07:00</published><updated>2008-05-15T15:34:08.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Hati'/><title type='text'>" Mari Bicara Cinta "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SCv1MZ7-8rI/AAAAAAAAABE/nghVDHCz4Vs/s1600-h/flowers-66.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SCv1MZ7-8rI/AAAAAAAAABE/nghVDHCz4Vs/s200/flowers-66.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200519788199080626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 u my honey......&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;SaaT CiNtA DaTaNg DeNgaN BanGGa MeNgEtUk PiNtU HaTi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BiArKaN DiA MeMbUaT JeNd3La-JeNd3La&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;KaRnA CiNta AdALaH RuAnGaN YaNg InDaH UnTuk DiTeMpAti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BiaRkAn DiA MelUkiS DiNdInG HaTi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          KaRnA CiNtA AdALaH WaRnA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          RaSaKaN SaJa HadIrNya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          TaPi....BiLa PeRnAH KaMu RaSaKaN SaKiT HaTi KaRNa CiNtA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          PeRcaYaLaH....ItUBuKaN CiNta YaNg SeSuNggUhNyA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          KaRnA CinTa AdALaH KeBaHagiAaN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                          &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;DaN KaULaH KeBaHagiAaN Ku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/488161904990681743-6965983438287070466?l=dikhianati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikhianati.blogspot.com/feeds/6965983438287070466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=488161904990681743&amp;postID=6965983438287070466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/6965983438287070466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/488161904990681743/posts/default/6965983438287070466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikhianati.blogspot.com/2008/05/mari-bicara-cinta.html' title='&quot; Mari Bicara Cinta &quot;'/><author><name>Kris_Anne</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06258766221385862694</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='16' src='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SNX-ru9fOOI/AAAAAAAAADY/XI2gtg4U9c0/S220/sujud.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Nw5sFaZhAgk/SCv1MZ7-8rI/AAAAAAAAABE/nghVDHCz4Vs/s72-c/flowers-66.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
